Blog Ini Berisi Tentang Pembelajaran, Tips, Software, Aplikasi Android, Hiburan Dan Masih Banyak Lagi Seputar Tentang Dunia IT, Membahas Tuntas Dari Segala Pokok Permasalahan Yang Ada.

AMAN

Showing posts with label Psikologi Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Pendidikan. Show all posts

Thursday, March 9, 2017

Kesulitan Belajar Peserta Didik

Kesulitan Belajar Peserta Didik

Kesulitan belajar merupakan  masalah bagi semua orang ,terutama seorang pelajar. kita sebagai seorang pelajar atau peserta didik dituntut untuk mempelajari setiap materi  yang di berikan. setidaknya kita memahami materi yang di ajarkan. sebagai peserta didika bukan lah hal yang mudah untuk mengatasi kesulitan belajar ,bagaimana cara membangkitkan minat belajar dalam diri , membangkitkan semangat belajar dan masih banyak yang lain . Siswa yang malas dan tidak minat untuk belajar , setiap hari mereka akan belajar ketika ada ujian saja , itulah fakta kebanyakan jaman sekarang.
Kita tahu , Kesulitan belajar sesorang bisa di sebabkan karena bebarapa faktor bisa dari lingkungan keluarga , lingkungan masayarakat , lingkungan sekolah , fisik yang tidak sehat, dan bahkan psikis dari peserta didik itu sendiri . maka dari itu semua , penulis mencoba mencari titik tengah dari berbagai sudut pandang , bahwasannya minat dan tidak mintanya peserta didik melakukan pembelajaran , tergantung pada individu masing masing . kita harus tau bagaimana menyikapi permasalahan permasalahan di sekeliling kita dalam keadaan apapun . bagaimanan kita merubah (mood) kita menjadi kebahagiaan (kesenangan). kita tau bahwasannya proses pembelajaran itu lebih mudah kita terima dan kita pelajari ketika kita dalam keadaan sehat , bahagia/senang dan lain lain .

Dari pengamatan penulis yang di lakukan seorang peserta didik yang malas belajar memiliki gejala – gejala yang di lakukan , seolah - olah gejala itu menjadi adat kebiyasaan yang sudah melekat di dalam peserta didik itu sendiri dan sulit untuk di hilangkan yaitu:
1.      Peserta didik yang malas akan cenderung santai ketika mendapatan tugas.
2.      Ketika peserta didik itu memiliki niat untuk mengerjakan tugas , pasti akan sambil bermain handphone , inilah yang menjadi adat kebiasaan banyak orang.
3.      Akan cendereng lebih mengutamakan bermain di banding belajar.
4.      Cenderung ramai saat pembelajaran.
5.      Suka melamun saat proses pembelajaran.
6.       Mudah mengantuk saat belajar.
7.      Tidak suka beres - beres , membiarkan kamar tidurnya berantakan.
8.      Ketika ada waktu libur panjang , lebih mengutamakan tidur dari pada belajar.
9.      Sering menunda - nunda sesuatu ,entah itu bersih bersih maupun mengerjakan tugas lainnya.
10.  Datang tidak tepat waktu tanpa alasan yang tepat , menunjukkan bahwa seseorang seseorang itu sangatlah pemalas.
11.  Suka menyuruh orang lain.
12.  Menyontek saat ulangan.

Kita tau bahwasaannya kesulitan peserta didik dalam proses belajar di sebabkan karena faktor faktor tertentu dan yang terutama adalah faktor dalam diri kita sendiri . penulis menyarankan kepada setiap para peserta belajar yang memiliki permasalahan dalam proses pembelajarannya untuk merubah adat kebiyasaan (buruk) yang telah melekat dalam dirinya . banyak sekali metode metode pembelajaran yang kita bisa terapkan , entah itu metode pembelajaran di sekolah , lingkungan keluarga  atau di manapun itu . berikut ini saran solusi dari penulis untuk memecahkan kesulitan belajar untuk para peserta didik antara lain :

1.      Menata hidup kita , sebagai seorang pelajar kita juga ingin meraih masa depan yang bagus tentunya , sebagai seseorang kita harus berfikir panjang , kita harus menyusun masa depan kita sejak dini , agar kelak nanti masa depan kita tidak buruk tentunya.
2.      Belajar mengerjakan yang sulit , di sini yang penulis maksud adalah kita harus mencoba melakukan kebiyasaan yang dulunnya kita sulit untuk kita kerjakan menjadi kebiyasaan yang sering kita lakukan jadinya .contohnya belajar , bagun pagi dan lain lainnya .
3.      Memberikan motivasi pada diri kita sendiri , kita tau bahwasannya hal yang menjadi adat kebiyasaan itu sulit untuk kita hilangkan , maka dari itu motivasilah diri kita untuk menghilangkan kebiasaan buruk kita , kita tau bahwasaanya yang buruk itu tidak baik untuk masa depan kita kelak .
4.      Rubah pola belajar , merubah pola belajar kita yang dulunnya belajar di lakukan sambil bermain handphone kita berusaha merubanya , kita coba lebih fokus ke buku pelajaran kita ,lupakan sosial media sejenak.
5.      Rubah cara kita belajar , coba kita merubah cara kita belajar , mungkin dengan belajar sambil makan cemilan atau bisa juga belajar kelompok dengan teman kita akan lebih mudah menyerap materi pembelajaran.
6.      Pindah lokasi belajar , cobalah membuat suasanan belajar kita sendiri itu nyaman untuk kita , cari tempat tempat yang sejuk nyaman untuk kita lakukan proses belajar.

Jadi ksimpuan penulis tentang kesulitan sesorang dalam proses belajar yaitu faktor dalam diri kita sendiri, cobalah belajar untuk berinovasi , menciptkan sesuatu yang baru , mengubah hal yang negatif menjadi postif. mulai sekarang kita harus menatap masa depan, kita harus menyusun masa depan kita, buatlah kenyamanan belajar kita sendiri , ketika kita nyaman materi itu akan lebih mudah kita pahami . buatlah strategi pembelajaran , agar pembelajaran kita itu tersusun dengan baik . rubah pola hidup , dari hal yang buruk ke hal yang baik .


Share:

Makalah Psikologi Pendidikan - Definisi Belajar

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam kegiatan sehari – hari baik secara disadari atau tidak kita pasti mengalami sebuah kegiatan yaitu belajar. Belajar secara teori maupun praktek dari lingkungan sekitar. Belajar mengerti arti kehidupan dan belajar menjadi semakin baik. Anak – anak kecil pun belajar bagaimana cara mereka berjalan dan berkomunikasi dengan baik. Sebagai calon pendidik kita juga dituntut untuk mengetahui tentang arti penting belajar. Karena belajar merupakan masalah yang pasti dihadapi setiap orang. Oleh karena itu di sini kita akan mengupas lebih dalam tentang arti dari kata belajar itu sendiri. Yang diharapkan nantinya akan berguna bagi kita para calon pendidik untuk lebih memahami kegiatan beajar mengajar ini dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari bagi peserta didik kita.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Definisi belajar ?
2.      Definisi belajar menurut parah ahli ?

C.     TUJUAN MASALAH
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahu pengertian belajar.
2.      Untuk mengetahui definisi pengertian belajar menurut para ahli .









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Defisini Belajar
Istilah belajar sebenarnya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Lebih–lebih setelah di rencanangkannya wajib belajar. Namun, apa sebenarnya belajar itu, rasanya masing–masing orang mempunyai pendapat yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenarnya ia telah melaksanakan aktivitas belajar. Oleh karena itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa akitivitas belajar itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenarnya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ ritual–ritual” belajar.
Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan. Belajar adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks.

.      B. Definisi Belajar Menurut Para Ahli .

Banyak ahli yang telah mendefinisikan apa itu belajar . Di antaranya adalah definisi yang diungkapkan oleh :
1. Hilgard dan Bower ,Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang – ulang dalam situasi itu , di mana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan , kematangan , atau keadaan – keadaan sesaat seseorang ( misalnya kelelahan , pengaruh obat dan sebagainya ) .
2. Gagne ,menyatakan bahwa Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya ( performance – nya ) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi .
3. Morgan ,mengemukakan Belajar adalah setiap perubahan yang relatif rmenetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman .
4. Witherington , Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan , sikap , kebiasaan , kepandaian atau suatu pengertian .
5. Moh. Surya, definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.
6. Leter D.Crow ,Belajar adalah kebiasaan acuquisition, pengetahuan dan sikap. Belajar merupakan upaya untuk memperoleh kebiasaan, pengetahuan dan sikap.
7. Alice Crow , Belajar merupakan upaya untuk memperoleh kebiasaan, pengetahuan dan sikap.
8. Ngalim Purwanto , Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku yang terjadi sebagai hasil dari pelatihan atau pengalaman.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa :
1.      Belajar itu membawa perubahan baik aktual maupun potensial .
2.      Perubahan itu didapatkan dari kecakapan baru yang kita pelajari .
3.      Perubahan itu terjadi karena usaha ( dengan sengaja maupun tidak sengaja ) .
4.      Belajar tidak hanya di bangku sekolah tapi bisa dari pengalaman .
5.      belajar itu awalnya yang kia tidak tau menjadi tau .
     






BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Belajar merupakan sebuah proses yang mampu merubah tingkah laku seseorang yang memerlukan sebuah proses secara terus menerus . Dalam hal ini banyak sekali faktor – faktor yang mempengaruhi proses belajar sehingga diperlukan banyak latihan dan konsentrasi . Kita juga perlu mengetahui berbagai teori – teori tentang belajar sehingga menambah wawasan kita bagaimana cara belajar yang mampu membantu kita mendapatkan hasil yang maksimal. Yang sangat diharapkan setelah kita belajar tidaklah hanya menguasai teorinya saja, tetapi bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat membuat kehidupan kita lebih baik.

B.     SARAN
Dengan penulisan makalah ini diharapkan pembaca:
·   Memperoleh pengetahuan yang lebih luas tentang apa itu belajar.
·   Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
·   Dapat menambah ilmu tentang definisi definisi tentang belajar yang di kemukakan oleh para ahli














DAFTAR PUSTAKA



Share:

WELCOME

My Profil



Nama Saya : Lulut Dwi Ratna
I am Study in Universitas Islam Negeri Walisongo
My Instagram : @lulutdwiratna
My Channel Youtube lulutdwiratna Please Like Comment and Subscribe.

Followers

About Me

My photo
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Selamat datang diBlog saya, temukan informasi menarik yang anda butuhkan, hanya disini.

Wikipedia

Search results